Tuesday, August 10, 2010

Ada 4 isteriku

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai empat orang isteri. Dia mencintai isteri yang keempat dan memberikan harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, isteri keempat adalah yang tercantik di antara kesemua isterinya. Maka, tidak hairan lelaki ini sering memberikan yang terbaik untuk isteri keempatnya itu.

Pedagang itu juga mencintai isterinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan isterinya ini, dan sering berusaha untuk memperkenalkan isteri ketiganya ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu bimbang kalau-kalau isterinya ini akan lari dengan lelaki yang lain.

Begitu juga dengan isterinya yang kedua. Dia juga sangat menyukainya. Dia adalah seorang isteri yang sabar dan penuh pengertian. Bila-bila masa pun apabila pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pandangan isterinya yang kedua ini. dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya melalui masa-masa yang sulit.

Sama halnya dengan isterinya yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia sering membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga ini. dialah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha si suami. Akan tetapi si pedangang tidak begitu mencintainya. Walaupun isteri pertamanya ini begitu sayang kepadanya namun, pedagang ini tidak begitu memperdulikannya.

Suatu ketika, si pedagang sakit. Kemudian dia menyedari mungkin masa untuknya hidup tinggal tidak lama lagi. Dia mula merenungi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati, "Saat ini, aku punya empat orang isteri. Namun, apabila aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri."

Lalu dia meminta semua isterinya datang dan kemudian mulai bertanya pada isteri keempatnya, "Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah sekarang, aku akan mati, mahukah kau mendampingiku dan menemaniku?" Isteri keempatnya terdiam. "Tentu saja tidak!" jawab isterinya yang keempat, dan pergi begitu sahaja tanpa berkata-kata lagi. Jawapan itu sangat menyakitkan hati seakan-akan ada pisau yang terhunus dan menghiris-hiris hatinya.

Pedagang yang sedih itu lalu bertanya kepada isteri ketiganya, "Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Mahukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?". Isteri ketiganya menjawab, "Hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati". Pedagang begitu terpukul dengan jawapan isteri ketiganya itu.

Lalu, dia bertanya kepada isteri keduanya, "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mahu membantuku. Kini, aku perlu sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, mahukah kau ikut dan mendampingiku?" Si isteri kedua menjawab perlahan, "Maafkan aku...aku tak mampu menolongmu kali ini. Aku hanya boleh menghantarmu ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu."

Jawapan itu seperti kilat yang menyambar. Si pedagang kini berasa putus asa. Tiba-tiba terdengar satu suara, "Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut ke manapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu." Si pedagang lalu menoleh ke arah suara itu dan mendapati isteri pertamanya yang berkata begitu. Isteri pertamanya tampak begitu kurus. Badannya seperti orang yang kelaparan. Berasa menyesal, si pedagang lalu berguman, "Kalau saja aku mampu melayanmu lebih baik pada saat aku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini isteriku."

Teman, sesungguhnya kita punya empat orang isteri dalam hidup ini;

ISTERI KEEMPAT adalah tubuh kita. Seberapa banyak waktu dan belanja yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera apabila kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadapNYA.

ISTERI KETIGA adalah status sosial dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.

ISTERI KEDUA pula adalah kerabat dan teman-teman. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan mampu bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburla mereka akan menemani kita.

DAN SESUNGGUHNYA ISTERI PERTAMA adalah jiwa dan amal kita. Mungkin kita sering mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan peribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita diakhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal kemudian hari!

Sunday, January 24, 2010

Top 15 Ways to Build Your Subscriber List

Email marketing can be profitable for any business, no matter what kind of product or service you offer. It is significantly cheaper than other advertising methods and, if done right, helps build loyalty and trust with customers. As a result, you generate more sales and more profits!

The foundation for successful email marketing is a targeted, permission-based email list. Marketers call contact lists their "goldmine" because it can generate much of their sales revenue. If you've built up a list of opt-in subscribers that are qualified and interested in what you have to offer, then you've completed the first step and are on your way. Now it's time to "mine" for gold!

Below you'll find several list-building and retention ideas that will help you get the best results from all your email marketing activities:

1. Provide useful, relevant content. Your visitors will not give you their email addresses just because they can subscribe to your newsletter free of charge. You have to provide unique and valuable information that will be of interest or use to them.

2. Add a subscription form to every page on your website. Make sure it stands out so it is easy to find. If it doesn't look cluttered, you may want to include more than one on some pages. For instance, if your opt-in form always appears in the top-left corner of your site, you may want to add one at the end of your most popular articles.

3. Add subscription forms to your social media pages. Make sure that you don't waste this valuable source of revenue opportunities. Integrate your sign-up forms with Facebook and more!

4. Make it easy for readers to sign up. The more information you request, the fewer people will opt-in. In most cases, a name and an email address should suffice. If it's not necessary, don't include it here. You can always survey them once they're customers! We do recommend that you provide a link to your Privacy Policy however.

5. Publish a Privacy Policy. Let your readers know that they can be confident you will not share their information with others. The easiest way to do this is to set up a Privacy Policy web page and provide the link to it below your opt-in form. (Note: If you don't have one, put the words "privacy policy generator" into a search engine and you should be able to find a suitable form to use.)

6. Provide samples of your newsletters and Ezines. This lets potential subscribers review your materials before they sign up to determine if it's something they'd be interested in.

7. Archive past newsletters and articles. An online library of past newsletters and articles is both appealing and useful to visitors and builds your credibility as an authority. In addition, if your articles are written with good SEO techniques in mind, they can increase traffic to your website through enhanced search engine positioning.

8. Give gifts subscribers can actually use. Offer an opt-in bonus for joining your subscriber list! Write an ebook or provide a PDF business report, or even hire a programmer to create downloadable or web-based software. But don't limit yourself to offering gifts to opt-ins. Give them out when your readers fill out a survey, provide a testimonial, success story, or a great product idea. Let them know when they can expect the next gift offer. Everyone likes to get something for free! And if you pass out "goodies" throughout the year, your subscribers will feel truly appreciated − and that's good for business!

9. Ask your subscribers to pass it on. Word of mouth is a powerful viral technique that works great with email marketing. If your subscribers find your content interesting, amusing or informative, they'll probably share it with their friends. This can be a great source of new customers, so make sure to remind them to "pass it on".

10. Let others reprint your newsletter as long as the content is not modified. If you're happy to share your content with the universe, then why not! Many webmasters and newsletter publishers are actively looking for high-quality content and, if they reprint your newsletter, you'll get new subscribers, and more traffic and links pointing to your site.

11. Include a "Sign Up" button in your newsletter. If you're using plain text instead of HTML, be sure to provide a text link to your subscription page. You may feel that this is not required because the subscriber is already on your list, but remember that readers will forward your newsletters to others, or reprint them online. Make it easy for them to subscribe!

12. Add a squeeze page. A squeeze page has one goal − to acquire opt-ins and build your list. Think of it as a mini-sales letter to go along with your subscription or opt-in gift. It should feature a strong headline and a couple of powerful benefits that should make subscribers salivate to sign up! Once created, use a service such as WordTracker to find hundreds of targeted keywords, and promote your offer using pay-per-click advertising from Google, MSN and Yahoo. Now that should make a splash!

13. Include testimonials on your squeeze page. This is crucial. Put one or two strong testimonials from satisfied customers on your squeeze page. This can be in any format, but you may find that multimedia (audio or video) is more "believable" and inspires more people to action. To further enhance believability, get permission to use actual customer names, locations and/or urls (Don't use "Bob K, FL"). Add a note inviting others to participate. After all, it's free publicity!

14. Blog religiously. Blogging is a great way to communicate with prospects and potential customers, and creates a nice synergy with your email marketing. Be sure to include your newsletter sign-up form on each page of your blog. You can start a free blog at Blogger or WordPress.

15. Post on other blogs. Post thoughtful comments and information on similar blogs with a link to your squeeze or opt-in pages. Also comment on others' blogs through trackbacks. In most cases, your comments will be posted on their blogs with a link back to your site. This is an easy way to generate new traffic and subscribers, and get your brand out there!

Thursday, November 19, 2009

INGATAN BUAT AYAHANDA TERCINTA ALLAHYARHAM HAJI TUMI'AN BIN HJ ABDUL JALIL (15/3/1942-26/11/2007)

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang,
 Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam, Selawat Dan Salam Ke Atas Junjungan Kita Nabi Muhammad dan Ke atas Para Sahabatnya.

Ya Allah,
Ampunilah bagi kami segala dosa kami dan juga dosa dua ibu bapa kami dan kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka memelihara dan mendidikku di masa kecil.  Tempatkanlah mereka dikalangan orang-orang yang mendapat keredhaan Mu Ya- Allah. Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung, serta anugerah yang tak berakhir dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih. Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya, atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku, peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku jadikanlah itu semua penyebab susutnya dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku, Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku. Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku memberi syafa'at untuk mereka,  sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung, serta anugerah yang tak berakhir dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Amin Ya Rabbul Alamin.

Ayah... Ibu ampunkanlah dosa-dosa anakmu.



Friday, October 30, 2009

Nigella sativa seed, Black Seed, Black Cummin or Habbatussauda

Nigella sativa is an annual flowering plant, native to southwest Asia. It grows to 20–30 cm (7.9–12 in) tall, with finely divided, linear (but not thread-like) leaves. The flowers are delicate, and usually coloured pale blue and white, with 5–10 petals. The fruit is a large and inflated capsule composed of 3–7 united follicles, each containing numerous seeds. The seed is used as a spice.

In English, Nigella sativa seed is variously called fennel flower, nutmeg flower, Roman coriander, blackseed, black caraway, or black onion seed. Other names used, sometimes misleadingly, are onion seed and black sesame, both of which are similar-looking but unrelated. The seeds are frequently referred to as black cumin (as in Bengali: kalo jira, kalo jeera, kali jeera), but this is also used for a different spice, Bunium persicum. The scientific name is a derivative of Latin niger "black". An older English name gith is now used for the corncockle. In English-speaking countries with large immigrant populations, it is also variously known as kalonji (Hindi कलौंजी kalauṃjī or कलोंजी kaloṃjī), kezah Hebrew קצח), chernushka (Russian), çörek otu (Turkish), habbat albarakah (Arabic حبه البركة ḥabbatu l-barakah "seed of blessing") or siyah daneh (Persian سیاه‌دانه siyâh dâne)or كلونجى in urdu. "KARIM JEERAKAM" in Malayalam.    Read more